sejarah natal

Tulisan oleh : Yulius Eka Aldianto (Imakriser – S1 Geografi 2016 UM)
Ditinjau oleh : Edward Mesak Dua Padang

 

Shalom teman-teman semua… Saat ini kita sudah memasuki Bulan Desember, dimana pada bulan ini kita akan merayakan kelahiran Sang Kristus pada tanggal 25 Desember. Natal adalah momen yang sangat spesial bagi umat Kristen. Kita akan sangat bersuka-cita menyambut natal ini, bahkan merayakan dengan sangat meriah di Gereja. Namun, dibalik perayaan natal yang meriah ini juga muncul tuduhan yang dilontarkan oleh kaum polemikus. Kaum polemikus natal sering mengatakan bahwa: 25 Desember itu diadopsi dari perayaan “Natalis Sol Invicti” (Kelahiran Dewa Matahari yang Tak Terkalahkan). Pernyataan tersebut tidak hanya dilontarkan oleh orang di luar Kristen saja, namun kalangan Kristen sendiri ada yang mengatakan hal serupa. Tahun lalu saya juga pernah menyaksikan khotbah seorang pendeta di sebuah Gereja yang cukup besar di Jawa Timur melalui Youtube. Pendeta tersebut mengatakan seperti yang sering dituduhkan oleh kaum polemikus. Pernyataan tersebut tentu akan menggoyahkan iman para jemaat, termasuk saya waktu itu. Namun, setelah membaca beberapa referensi saya menemukan jawaban untuk menjawab tuduhan kaum polemikus tersebut. Oleh sebab itu, ijinkan saya untuk bercerita sedikit mengenai informasi yang sudah saya dapatkan tentang natal ini. Saya hanya mengkaji aspek sejarahnya saja. Untuk aspek teologisnya biarlah para hamba Tuhan yang menjelaskannya, karena mereka pastinya lebih ahli daripada saya.

 

Kapan Natal Mulai Dipersoalkan?

Mula-mula natal mulai dipersoalkan pertama kali bukan oleh orang di luar Kristen melainkan dari kalangan Kristen sendiri, yaitu oleh seorang Teolog Protestan dari Jerman yang bernama Paul Ernst Jablonski pada tahun 1743 M. Dia berusaha menunjukkan bahwa perayaan natal 25 Desember adalah salah satu dari perayaan kafir yang dikristenkan. Teori tersebut bersifat spekulatif, karena tidak didasarkan atas sumber sejarah yang akurat. Disangkanya natal adalah tradisi dari Gereja Roma Katolik. Perlu dicatat pula, saat itu lagi sengit-sengitnya konflik antara Katolik Roma dan Protestan. Jadi, apapun yang berbau katolik harus dihapuskan.

Tuduhan selanjutnya yang dipopulerkan sejak abad ke-18 M bahwa gereja telah mengambil alih perayaan kafir saturnalia, yaitu Dewa Saturnus pada tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Kristus. Padahal kenyataannya, saturnalia adalah perayaan musim dingin (solstice) yang dimulai sejak 17 Desember dan diperpanjang hingga 23 Desember. Jadi, tidak ada urusannya dengan tanggal 25 Desember. Selanjutnya, dikemukakan pula bahwa 25 Desember telah dipilih untuk menggantikan liburan Romawi kafir Natalis Sol Invicti (Kelahiran Dewa Sol yang Tak Terkalahkan). Tuduhan ini pun harus dijawab, bahwa pertama kali kultus “Sol Invictus” diperkenalkan di Roma oleh Kaisar Aurelian baru pada tahun 274 M. Aurelian sengaja menghidupkan kultus ini demi pemujaan terhadap dirinya sendiri seperti kaisar sebelumnya. Nama Aurelian berasal dari Bahasa Latin yang berarti “matahari terbit”. Hal tersebut dibuktikan dari temuan sebuah koin uang Romawi dimana sang kaisar menyebut dirinya Pontifex Solis, yang artinya “sang penguasa matahari”.

Sumber: FP ISCS

 

Fakta sejarah justru membuktikan bahwa Kaisar Julianus (332-363 M), atau yang lebih dikenal sebagai “Julian si murtad” (Julian The Apostate) telah membajak perayaan Kristen 25 Desember menjadi perayaan Sol Invictus untuk pestapora kafir. Mengapa Kaisar Julian disebut si murtad? Karena dia adalah anak dari Kaisar Konstantin. Kaisar Konstantin adalah seorang Kristen, dan anaknya ada yang kembali ke agama penyembahan berhala.

Anggapan kaum polemikus, natal baru pertama kali ditetapkan di Roma oleh Paus Yulius I pada abad ke-4 M. Sehingga dituduh telah mengadopsi perayaan kafir Sol Invictus yang dalam bukti sejarah baru dimulai tahun 274 M. Padahal Gereja saat itu tidak hanya di Roma saja, serta ada beberapa dokumen sejarah tentang natal sebelum tahun 274 M.

 

Catatan Sejarah Tentang Natal

Fakta sejarah membuktikan bahwa perayaan natal sudah dilakukan sejak generasi awal gereja, bahkan jauh sebelum penetapan kelahiran dewa matahari. Berikut catatan sejarah tentang natal dari para Bapa Gereja sebelum tahun 274 M:

  1. Telesporus dari Roma (126 M)

Telesporus adalah paus ke-9 Roma. Secara apostolik dia adalah penerus Rasul Petrus. Dia mati syahid (martir), karena saat itu lagi gencar-gencarnya penganiayaan terhadap orang Kristen oleh Kekaisaran Romawi. Paus Telesporus merayakan misa malam natal pada tanggal 24 Desember 124 M. 148 tahun sebelum perayaan Dewa Matahari ditetapkan natal sudah dirayakan. Berikut bukti catatan tentang Paus Telesporus dari buku daftar paus (Liber Pontificalis) hal. 12-13:

Dari buku diatas, kita dapat melihat bahwa Paus Telesporus menyarankan bahwa misa natal sebaiknya dimulai sejak malam natal. Selain itu, dia juga menyarankan untuk menyanyikan himne “Gloria in excelsis Deo” secara berulang. Pernahkah kita membayangkan bahwa lagu “Gloria in excelsis Deo” yang sering kita nyanyikan saat natal ternyata sudah ada sejak tahun 126 M. Kata tersebut berasal dari Vetus Latina (naskah kuno Alkitab dalam Bahasa Latin) pada Lukas 2:14. Saat St. Hieronimus menerjemahkan Alkitab ke dalam Bahasa Latin yang lebih baru atau yang dikenal dengan Vulgata di tahun 380 M, kata tersebut bukan “Gloria in excelsis Deo” lagi, melainkan “Gloria in altissimis Deo”. Lalu apakah himne tersebut juga berubah? Tentu tidak, karena jemaat waktu itu sudah terbiasa dengan “Gloria in excelsis Deo” dan jika diubah tentu juga akan mengubah nadanya. Buktinya kita masih bisa mengenalnya sampai sekarang. Bukankah ini suatu peninggalan yang sangat luar biasa? Saya sendiri sebagai orang Kristen bangga, karena warisan kekristenan kita yang hampir berusia 2000 tahun masih bisa rasakan.

  1. Irenaeus Uskup Lyon (130-202 M)

Irenaeus adalah murid dari Polikarpus Uskup Smirna, sedangkan Polikarpus adalah murid dari Rasul Yohanes. Dia menulis dalam bukunya Adversus Haereses (Melawan Para Bidat) pada tahun 180 M bahwa pembuahan bayi Yesus Kristus terjadi pada tanggal 25 Maret dan Ia disalibkan pada tanggal yang sama, dengan mengaitkan kematian-Nya pada saat ekuinoks. Meskipun pada masa Irenaeus belum disebut tanggal 25 Desember, tapi sudah disebutkan bahwa Maria menerima kabar gembira pada tanggal 25 Maret. Ini menjadi indikasi tanggal kelahirannya bahwa 9 bulan kemudian adalah 25 Desember.

  1. Hippolytus dari Roma (170-235 M)

Secara apostolik, Hippolytus adalah cicit rohani dari Rasul Yohanes karena dia adalah murid dari Irenaeus. Dia menuliskan tentang kelahiran Kristus pada buku Commentary on Daniel di tahun 204 M. Secara eksplisit dia mengatakan bahwa Kristus lahir pada tanggal 25 Desember. Karya Hippolytus ini sangat penting, karena berasal dari generasi ketiga para Rasul dan memiliki kesinambungan yang jelas. Berikut catatan Hippolytus dalam buku Commentary on Daniel dalam Bahasa Yunani (asli) serta yang sudah disalin ke dalam Bahasa Inggris dan terjemahannya dalam Bahasa Indonesia:

 

(a)

(b)

 

 

Sumber: a. T.C. Schmidt (2010)   b. SarapanPagi Biblika Ministry

 

Ada yang menarik dari catatan Hippolytus, dimana dia tidak menuliskan langsung 25 Desember melainkan delapan hari sebelum Januari. Catatan tersebut membuktikan bahwa di tengah-tengah pengaruh kuat Romawi kafir, Gereja Kristus tidak kehilangan jati diri iman Abraham, yang mengajarkan bahwa permulaan hidup seseorang dihitung sejak Perjanjian Sunat “ketika genap delapan hari” (Lukas 2:21). Jadi saat tanggal 1 Januari selain merayakan tahun baru, kita juga merayakan hari penyunatan Tuhan Yesus.

  1. Sextus Julius Africanus (160-240 M)

Julius Africanus ini berada di wilayah sekitar Libya. Dia memang tidak berbicara mengenai adanya perayaan natal, namun secara implisit mengatakan bahwa 25 Desember adalah tanggal kelahiran Kristus. Dalam bukunya Chronographia dia mengutip keyakinan Orang Yahudi bahwa alam semesta dunia diciptakan pada tanggal 15 Nisan (25 Maret), sehingga tanggal ini memiliki makna kosmis. Dia juga mengatakan bahwa pada tanggal 25 Maret Sang Firman Allah menjelma menjadi manusia (inkarnasi). Sang Firman Allah menjelma menjadi manusia sejak masa Dia dikandung oleh perawan Maria. Hal ini berarti setelah 9 bulan, Sang Kristus lahir pada tanggal 25 Desember (Bisa dicek pada buku The Oxford Dictionary of Late Antiquity).

  1. Theofilus dari Anthiokia (171-183 M)

Theofilus adalah Patriakh di Anthiokia. Gereja inilah yang disebutkan dalam Kisah Para Rasul 11:26. Rasul Petrus menjadi patriakh pertama di Anthiokia, sehingga bisa dikatakan bahwa Theofilus berasal dari garis Rasul Petrus. Sebelum pergi ke Roma, Rasul Petrus menahbiskan 2 patriakh yaitu Evodius dan Ignatius sebagai penerusnya. Ignatius untuk orang Yahudi dan Evodius untuk orang non Yahudi. Kemudian Evodius mengundurkan diri karena usianya yang sudah tua, lalu dilanjutkan oleh Ignatius sendiri. Dari seorang Ignatius kita mengenal ucapan “Gereja yang kudus, am (universal), dan apostolik”. Jadi, gereja adalah untuk segala suku bangsa bukan kalangan tertentu saja.

Patriakh Theofilus sudah memerintahkan untuk merayakan natal tanggal 25 Desember. Pernyataan terkenal dia mengenai natal yaitu: “Kita harus merayakan hari kelahiran kita setiap tanggal 25 Desember, jatuh pada hari apapun” (De Origin Festorum Christianorum dalam buku Refleksi Ziarah ke Tanah Suci). Berikut juga bukti tentang perayaan natal oleh Theofilus pada Encyclopædia Britannica:

  1. Demetrius dari Alexandria (189 M)

Demetrius adalah Patriakh ke-12 Gereja Ortodoks Koptik di Alexandria, Mesir. Gereja ini didirikan oleh Rasul Markus Sang Penulis Injil. Jadi, Demetrius berasal dari garis Rasul Markus.

Seperti diuraikan diatas, natal sudah dirayakan pada tahun 126 M, kemudian ditetapkan di Anthiokia oleh Patriakh Theofilus. Beberapa tahun sesudah itu, seorang astronom Mesir yang bernama Batlimous pada akhir abad ke-2 melalukan perhitungan yang lebih cermat atas perintah Patriakh Demetrius. Hasil perhitungannya menunjukkan bahwa natal jatuh pada tanggal 25 bulan kesembilan (Kislev) Ibrani, kemudian dilengkapi dengan Tarikh Koptik pada 29 bulan Kiahk (Dicatat dalam Dokumen Didascalia Apostolorum). Kalender Koptik dihitung berdasarkan penampakan bintang Siriuz, dan pernah diakui oleh UNESCO sebagai kalender yang paling akurat dibandingkan dengan kalender manapun yang pernah dibuat. Bukankah ini sebuah kebanggaan yang luar biasa sebagai umat Kristen dimana selain Gereja barat yang memiliki kalender matahari (baik Julian maupun Gregorian), di timur juga terdapat kalender Koptik. Menghitung kalender tentu bukanlah sesuatu yang mudah, tetapi Gereja mewarisi itu semua. Berikut bukti catatan natal dalam dokumen Didascalia Apostolorum terjemahan Bahasa Arab karena aslinya Bahasa Koptik:

Sumber: FP ISCS

 

Sejak tahun 189 M inilah tanggal natal mulai dikanonkan, kemudian digunakan sebagai acuan untuk seluruh gereja. Berikut dokumen Didascalia Apostolorum dari Gereja Syria (250 M) yang sudah diterjemahkan dalam Bahasa Inggris:

Sumber: http://www.thenazareneway.com/apostolic_constitutions/book_1-VI.htm

 

Dalam dokumen Didascalia Apostolorum ditulis bahwa kelahiran Kristus terjadi pada tanggal 25 bulan Kislev, itu artinya Natal pertama Yesus bertepatan dengan perayaan penahbisan Bait Suci (Hanukkah). Tuhan Yesus sendiri menghadiri perayaan Hanukkah atau Penahbisan Bait Allah (Yohanes 10:22). Hari Raya Hanukkah juga sering disebut sebagai Perayaan Hari Raya Terang, dimana di Israel saat perayaan ini banyak lampu-lampu terang. Bukan kebetulan juga Tuhan Yesus bersabda menjelang kehadiran-Nya di Perayaan Hanukkah “Akulah terang dunia” (Yohanes 8:12) karena Tuhan Yesus adalah terang yang sejati. Itulah mengapa saat merayakan natal juga terdapat pohon terang, karena untuk menyambut kedatangan Sang Terang Sejati itu sendiri. Jadi, pohon terang bukan berasal dari kafir melainkan dari Yudaisme yang merupakan saudara tua umat Kristen. Bisa dikatakan bahwa natal adalah penggenapan dari Perayaan Hanukkah. Pemahaman diatas bukan tanpa bukti. Tanggal 25 Desember tahun 5 SM juga bertepatan dengan tanggal Yahudi 25 bulan Kislev. Berikut bukti bahwa natal pertama Yesus bertepatan dengan Hanukkah serta perbandingan antara kalender Koptik, Ibrani dan Masehi:

Sumber: http://www.cgsf.org/dbeattie/calendar/?roman=-4

Sumber: Makalah Kajian tentang Natal bersama ISCS

Sekalipun perayaan natal tidak selalu tepat dengan perayaan Hanukkah setiap  tahunnya karena perbedaan kalender yang digunakan, tetapi jaraknya selalu berdekatan. Ini membantah tuduhan yang mengatakan bahwa natal tidak mungkin terjadi di Bulan Desember. Alasan kaum polemikus mengatakan natal tidak mungkin terjadi di Bulan Desember karena bulan tersebut sedang musim salju, tidak mungkin ada kawanan domba di saat turun salju. Ini perlu dijawab, bahwa Yesus lahir di Betlehem. Betlehem itu terletak di Timur Tengah bukan di Eropa. Salju biasanya turun di wilayah Eropa. Di Timur Tengah salju biasanya terjadi di Gunung Hermon bukan di Betlehem. Mungkin teman-teman juga bisa mengeceknya langsung di Youtube mengenai Perayaan Natal di Betlehem apakah ada salju atau tidak disana.

 

Tuduhan Terhadap Perayaan Natal Terbantahkan

Dari fakta-fakta yang diuraikan diatas, jelaslah tidak benar pendapat yang mengatakan bahwa Natal diambil dari perayaan kafir Dewa Matahari Yang Tak Terkalahkan (Sol Invictus). Sebaliknya, justru agama kafir tersebut yang menyesuaikan dengan Kekristenan. Data Bapa Gereja sebelum tahun 274 M yang mengatakan tentang Natal tidak hanya 1, melainkan ada 6. Mungkin bisa saja ada lebih banyak data dari yang sudah saya sebutkan. Sekalipun Para Bapa Gereja menggunakan kalender yang berbeda-beda tetapi arahnya tetap sama ke 25 Desember. Bahkan jarak antar Bapa Gereja tersebut juga tidak berdekatan mulai dari Roma, Lyon, Alexandria, Anthiokia, bahkan sampai ke Libya, namun catatannya sama. Tentu kondisi waktu itu berbeda dengan sekarang, dimana informasi bisa tersebar dengan sangat cepat. Perlu ditekankan pula tidak pernah konsili ekumenis yang membahas tentang perayaan Natal, sehingga ini sudah mengalir pada setiap Gereja.

Semoga tulisan ini bisa menjadi berkat untuk pembaca. Saya menulis ini bukan dalam posisi untuk menyerang orang yang berbeda, namun sebagai pertanggung jawaban ketika iman Kristen disalahpahami. Bukankah mempertanggung jawabkan iman juga perintah dari Alkitab dalam 1 Petrus 3 : 15-16? Mohon maaf apabila ada kesalahan dalam tulisan saya. Kiranya Tuhan Yesus Sang Terang Sejati senantiasa memberkati kita semua. Selamat merayakan Natal dan semoga ada mujizat Natal di tengah pandemi ini.

 

Daftar Rujukan

Buku “Refleksi Ziarah ke Tanah Suci” oleh Dr. Bambang Noorsena (2017) diterbitkan oleh ISCS

Buku “Daftar Paus (Liber Pontificalis)” oleh Louise Ropes Loomis, Ph.D (1916) diterbitkan oleh Columbia University Press

Buku “Hippolytus of Rome: Commentary on Daniel” oleh T.C. Schmidt (2010) diterbitkan oleh CreateSpace Independent Publishing

Buku “The Oxford Dictionary of Late Antiquity” diedit oleh Oliver Nicholson (2018) diterbitkan oleh Oxford University Press, DOI: 10.1093/acref/9780198662778.001.0001

Makalah Diskusi dan Perayaan Natal bersama Tim ISCS di GKJW Mulyosari, Surabaya pada 7 Januari 2020

Internet:

http://www.sarapanpagi.org/tanggal-tahun-kelahiran-yesus-kristus-vt11163.html

http://www.sarapanpagi.org/hanukkah-refleksi-untuk-natal-vt8514.html#p49336

http://www.cgsf.org/dbeattie/calendar/?roman=-4

http://www.thenazareneway.com/apostolic_constitutions/book_1-VI.htm

https://en.wikisource.org/wiki/1911_Encyclop%C3%A6dia_Britannica/Christmas

 

Artikel ini dikirimkan melalui fitur Imakriser Berkarya dan ditayangkan setelah melalui proses review. (Adm/IMK)cheap shoes nike dunk sb silver box collection – Low shoes – GiftofvisionShops – nike jordans retro 1 camo shoes black friday deals , Sneakers – Women’s shoes | SBD – nike fi impact 2 on foot and hand tools – nike sport shoes for basketball women live Zoom Comfort Easter CT0979 – 101 Release Date

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!

One thought on “Melacak Akar Sejarah Natal Untuk Menjawab Tuduhan Bahwa 25 Desember adalah Perayaan Kafir Kelahiran Dewa Matahari”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *